Sebuah Renungan Masa Tua

Sebenarnya aku pengen nulis tentang hal ini dari beberapa hari yang lalu, namun baru sekarang aku bisa memiliki waktu untuk menulisnya. Aku menulis ini karena salah seekor anjing mamaku sudah tua sekali, mungkin kira-kira kalau diitung dengan umur manusia dia sudah mencapai usia 80an tahun. Tubuhnya mulai mengurus, matanya mulai tidak keliatan, jalannya dia harus dibimbing, kalau tidak dia bisa menabrak lemari, ataupun menabrak benda apapun di depannya, atau tidak jarang dia menabrak temannya sendiri, dan temannya malah meresponnya dengan marah. Kemudian timbul sebuah pemikiran, manusia juga tak luput dari tua, sehebat apapun manusia, ketika menjadi tua, belum tentu kita bisa bertahan untuk sekedar berjalan untuk buang air kecil misalnya, atau mungkin berjalanpun kita tidak mampu.

Masa muda, ketika kita masih bertenaga, bersemangat, kita semua pada fasenya bekerja keras mencari ‘uang’, kelak mungkin ketika kita tua nanti, bisa jadi saja untuk biaya pengobatan kita, jika kesehatan kita terganggu, ataupun biaya pengobatan orang tua kita. Kadang kala sedemikian kerasnya kita bekerja sehingga kita lupa mengatur waktu, mana yang buat kita luangkan untuk keluarga kita, lingkungan sekitar kita, ataupun diri kita sendiri. Tak jarang, ah aku masih kuat, hajar terus. Tapi teman, tubuh kita pun ada batasnya, sehebat apapun ilmu yang kamu miliki, kesehatan juga penting dan bahkan banyak sekali pepatah yang menggambarkan, mencoba memberikan kita nasehat, bahwa diatas uang, kesehatan lebih penting, tapi sayang tak jarang pula diantara kita yang memperhatikan kesehatannya sendiri.

Aku pikir sudah saatnya kita juga memperhatikan kesehatan kita, orang tua kita, lingkungan sekitar kita dengan tindakan, bukan lagi sekedar teori. Memang sulit pada awalnya, namun ingatlah ibarat menabung, kita butuh kesehatan yang baik pula pada saat menjelang kita tua. Ya, tinggal bagaimana dengan diri anda, apakah anda masih peduli akan kesehatan anda? Mulailah dari sekarang, bukan menunda besok lagi masih bisa. Waktu begitu cepat berlalu, tanpa ‘kesadaran menjalani hidup ini’, niscaya hidup kita akan sia-sia belaka.

Speak Your Mind

*

error: Content is protected !!