Nilai Sebuah “Uang”

Barusan dapat broadcast dari teman yang bekerja di EO salah satu motivator di Indonesia, begini ceritanya :

Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara yang unik. Dipegangnya pecahan uang Rp 100.000,-, dia menanyakan kepada para hadirin : Siapa yang mau uang ini ? Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.

“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini “, uangnya diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?” Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah, apa jadinya bila saya melakukan ini?”, ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu menjadi amat kotor dan tidak mulus lagi.

“Apakah sekarang masih ada yang berminat?”, tangan yang mengacung masih tetap banyak. “Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting. Apapun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 ribu rupiah.

Dalam kehidupan kita, kita pasti pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, kecewa dan merasa kotor akibat keputusan yang kita ambil, ataupun situasi yang pernah kita alami.

Dalam kondisi seperti itu, kita merasa kecil tak berharga dan tak berarti. Pedahal apapun yang telah dan akan terjadi, anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai anda.

KeluargaSahabat
Kasih

Jadi setiap kali anda merasa diri tak berarti atau tak berharga, kita harus kembali mengingat cerita selembar uang 100 ribu rupiah tersebut. Ingat, bahwa kita adalah Spesial.

Hindari merasa tak berarti apapun yang telah terjadi, anda tidak akan pernah kehilangan nilai dimata orang yang mencintai anda.

Oh ya kalau ada yang tahu ini nama motivatornya, commenting aja, nanti saya tuliskan nama motivatornya. Yang pasti great sample untuk kita semua praktekkan dan renungkan.

Speak Your Mind

*

error: Content is protected !!