Belajar dari Sebuah Perjalanan Kehidupan

Dalam hidup manusia pada umumnya, seseorang mungkin saja pernah mengalami kondisi dibawah, terpuruk, depresi dan lain sebagainya. Tidak sedikit orang yang hancur seketika dan sulit untuk bangkit lagi. Mungkin bagi kita yang memiliki mindset yang baik, tentu saja kita kembali berjuang, tetapi tidak sedikit juga orang yang masuk kembali kepada tracknya. Mungkin saja pada saat ini anda baru saja mengalami perceraian dalam hubungan rumah tangga anda, anda ditipu oleh orang lain dalam bisnis, atau bisnis yang sedang bangkrut atau apapun yang membuat anda merasa posisi benar-benar berada di bawah sekali.

Mungkin teman kita, pada saat kita terpuruk menasehati kita, bro sudahlah “jangan”dipikirkan lagi, ayo maju kedepan, tetapi kita sendiri mengganggap emangnya kira-kira kamu pikir apa segampang itu? Tidak mudah melewati sebuah perceraian. Yah, memang tidak mudah kalau ada yang ngomong itu gampang, berarti mungkin saja ketika menikah dulu tidak pernah mencintai istrinya. Biasanya pada orang normal baik itu laki-laki yang mengalaminya ataupun perempuan, tentu saja itu bukan hal yang mudah kawan. Proses perceraian itu menurut pendapat saya pribadi pada akhirnya anda bisa melewatinya ketika anda sudah bisa memaafkan. Lho kok bisa? Cluenya kira-kira seperti ini ketika anda berdua saling jatuh cinta dunia serasa milik anda berdua, dan ketika si dia berselingkuh atau meninggalkan anda atau apapun itu tentu saja akan membuat sakit hati anda. Menurut pendapat ngawur saya sebuah perceraian bisa terjadi oleh karena perselingkuhan, “ketidakcocokan”, kondisi finance yang buruk, egois. Lalu siapakah yang salah dalam sebuah perceraian? Menurut pendapat lagi-lagi ngawur saya adalah keduanya baik suami maupun istri sama-sama salah, dan ini berlaku untuk alasan apapun juga. Kalau kita kembalikan lagi gesekan-gesekan yang terjadi dalam rumah tangga adalah hal yang biasa, tetapi menjadi luar biasa ketika ego kedua belah pihak sudah saling bermain.

Bicara mengenai ego jadi panjang lagi ceritanya, sudah ada 2 mentor saya termasuk saya sendiri mengatakan ego itu unik, kalau kita terperangkap di dalamnya kita bisa jatuh, bisa bangkit, bisa juga menyelesaikan sebuah cita-cita karena “ego”. Ego yang saya maksud bisa jadi makna secara kasarnya adalah gengsi. Kembali ke topik perceraian tadi diatas ketika anda bercerai entah anda sadar atau tidak bisa saja terjadi anda menyalahkan pasangan anda yang bla bla. Kira-kira yang terjadi dalam pandangan anda pribadi adalah jeleknya pasangan anda, tidak pernah ada keliatan baiknya :). Dan bisa saja akibat dari perceraian ini membuat luka di hati masing-masing pasangan hingga perasaan yang katanya dulu menikah karena cinta menjadi saling benci. Kalau saja kita mau bangkit dari keterpurukan misalkan dari sebuah perceraian, tiada lain tiada bukan, cobalah maafkan mantan/ pasangan anda dulu. Kalau anda bisa memaafkannya niscaya percaya deh sama saya, jalan anda akan jauh lebih terbuka dibandingkan dengan anda simpan dendam kesumat itu, selain bisa berefek pada tubuh sendiri antara lain kanker, bisa juga menyebabkan terganggunya kesehatan anda yang lainnya.

Apabila kita sedang mengalami keterpurukan karena bisnis, atau finance kita sedang hancur, satu hal yang perlu kita catat baik-baik, adalah kesalahan kita yang membuat finance kita sendiri bukan kesalahan siapa-siapa. Kalau saja kita sudah sadar penyebabnya adalah diri sendiri barulah kita benahi diri kita, mindset kita untuk melangkah kembali. Walaupun di bidang bisnis yang sama, tapi akan beda hasilnya bila anda sudah legowo menerima dan memaafkan diri anda sendiri sebagai “pelaku” pemburukan atas finance anda sendiri. Dan ini akan juga dipengaruhi oleh mindset. Mindset adalah dasar dari segala sesuatunya dalam memulai sebuah hal, pekerjaan atau apapun itu. Pikiran kitalah yang mengarahkan kita berhasil atau gagal, sukses atau miskin dan lain sebagainya.

Pilihan ada di tangan kita, sanggupkah kita melakukannya? Mari kita coba.

Speak Your Mind

*

error: Content is protected !!