Pentingnya Memaafkan Diri Sendiri & Orang Lain Part 1

Tahun 2007 merupakan tahun yang mungkin takkan pernah saya lupakan dalam kehidupan saya. Saya benar-benar mengalami sebuah kebangkrutan dan depresi parah serta kecanduan obat penenang Xanax. Di th 2007 saya yang semula naik mobil sedan, memiliki rumah, mendadak harus merelakan rumah saya disita oleh Bank, mobil saya jual demi menutupi hutang yang saya timbulkan pada saat itu, di tahun yang sama pula rumah tangga yang sudah saya bina selama 6 tahun lamanya mengalami kehancuran. Pada saat yang bersamaan istri yang seharusnya mendampingi saya saat susah dan senang tepat meninggalkan saya juga. Tahun itu seperti sudah jatuh ketimpa tangga, kecebur sumur hehehe. Ya, parah untuk menggambarkan dan merasakan saat-saat itu.

Saya mengalami depresi sampai beberapa tahun, saya selalu menanyakan Tuhan kenapa hidup saya seperti ini? Apa salah saya ? ( pedahal salah saya ya banyak 🙂 ). Pertanyaan kenapa dan mengapa yang tidak pernah akan ada jawabannya itu selalu saya pertanyakan. Saya menanyakan Tuhan kenapa istri saya yang katanya mencintai saya yang berjanji sehidup semati kok malah meninggalkan saya pada saat saya susah ditambah selingkuh pula. Alamak! Lengkap sudah penderitaanku.

Saya benar-benar protes kepada Tuhan pada saat itu. Saya bertanya-tanya apa ya benar Tuhan itu ada? Saya menantang Tuhan pada saat itu, Tuhan bila kamu ada mengapa Kamu kasih aku cobaan seperti ini? Tuhan kenapa Kamu tidak ambil aja deh nyawaku pada saat itu.

Saya adalah seorang trainer hipnotis pada masa itu. Saya juga seorang Hypnotherapist! Harusnya sebagai seorang trainer dan hypnotherapist yang bisa menyembuhkan orang lain lha kok ini menyembuhkan dirinya sendiri aja gak mampu! Tanpa Xanax saya tidak bisa makan, dan tidak bisa sama sekali bertemu orang lain. Saya merasa “gengsi” dari seorang bisnisman yang biasa menyetir sebuah mobil sedan tiba-tiba harus naik becak!

Kadang gengsi atau ego itu sendiri yang sebenarnya menghambat kita. Pada jaman itu saking susahnya saya, saya adalah pecinta anjing, anjing saya ada 4 ekor pada saat itu, kelly (alm), michele (alm), snowy (alm) dan lala, untuk memberikan makan mereka aja sampai uangnya dipinjemin oleh pembantu saya! Alangkah gilanya saat itu kalau dibayangkan kondisi dan situasi saat itu. Kesukaan saya salah satunya adalah sarapan mie, tapi duit 11rb aja terlalu besar saat itu bagi saya.

Dalam situasi dan kondisi itu saya terjun ke online bisnis secara perlahan-lahan. Ketika itu jaman domain parking lagi jaya-jayanya. Singkat kata akhirnya saya bersama seorang teman bisa menghasilkan dan mulai pelan-pelan menyicil hutang saya yang tersisa.Tapi gak lama kemudian teknik arbitrage dilarang. Praktis penghasilan tidak ada. Saya lupa pada saat itu tahun berapa, kemudian saya terjun ke bisnis affiliate amazon, adsense, ebay dll. Karena gengsi dan ego saya tidak mau bekerja untuk orang lain.

Pihak keluarga saya menganjurkan untuk membantu usahanya, tapi karena saya sendiri tidak suka dengan bisnis keluarga, timbulah sebuah keberanian untuk bekerja pada orang lain. Nah sebelum proses ini bekerja ini dimulai, ada beberapa perjalanan penting yang mengubah hidup saya.

Suatu ketika saya karena masih kontak-kontakan dengan sesama hypnotist, salah seorang dokter di surabaya namanya dr. mundi, dia menanyakan kabar saya, dan kaget atas perubahan yang terjadi pada diri saya. Udah tak tahu lagi deh tampang saya seperti apa, kurusnya seperti apa, kecanduan penenang pula, hidup berantakan, wah pokoknya ampun deh. Saya diingatkan kembali atas apa yang sudah saya pelajari selama bertahun-tahun tentang mindset, tentang dahsyatnya pikiran bawah sadar.

Singkat kata saya membaca “mantra” setiap hari saya memaafkan diri saya sendiri dan saya memaafkan “mantan istri” saya yang meninggalkan saya serta selingkuh, serta kepada orang tua saya ataupun orang lain yang pernah saya buat salah. Ajaibnya mantra ini benar-benar mengubah hidup saya. Perlahan tapi pasti hidup saya mulai berubah membaik dan semakin membaik.

Saat ini saya sudah kembali di jalur bisnis offline dan online, walaupun bagi saya belum “sukses” ( menurut ukuran versi saya ), tapi saya sangat-sangat bersyukur atas perubahan ini kepada Tuhan, kepada semua orang yang telah mengubah hidup saya dan saya sendiri. Saya sudah bebas dari kecanduan obat penenang, saya melihat dan merasakan ada perkembangan semakin waktu yang semakin baik dalam usaha dan bidang-bidang lainnya. Saat ini saya memiliki seorang istri yang saya percaya walaupun sederhana tapi dia mencintai saya apa adanya, saya mengenal dia sejak saya benar-benar tidak memiliki apa-apa.

Ada sebuah hal sangat penting lagi ketika saya protes kepada Tuhan pada masa itu, saya seorang yang anti sama gereja, penyebabnya adalah hal sepele sebenarnya karena masih banyak pemuka agama yang menganggap bahwa hipnotis itu identik dengan kuasa kegelapan, pedahal saya berani jamin 1000 persen, hypnosis (hipnotis ) adalah murni science ( pure ilmu komunikasi ). Ada seorang teman dekat yang berjasa pada hidup saya, alm Yudi, ketika itu malah dia yang mengajak saya ke gereja yang mungkin selama sebelum itu saya anti. Dan percaya atau tidak mukjijat mulai terjadi satu demi satu. Dan saya sangat belajar 1 hal, selama kita hidup di dunia ini jangan pernah ada anti ke agama tertentu. Saya sekarang ini, merupakan orang yang percaya kepada Tuhan, walaupun kadang saya ke gereja bukan berarti saya anti sama vihara, bagi saya percaya kepada Tuhan itu adalah yang utama, mengenai tata cara dan tradisi percayanya itu bebas terserah pilihan masing-masing dari kita. Percayalah Tuhan punya rencana yang indah pada waktuNya. Percayalah jalan yang saat ini kita jalani adalah yang terbaik yang diberikan olehNya.

Untuk menjadi berhasil, kita harus menerima semua kegagalan kita, memahaminya kemudian kita jadikan kegagalan demi kegagalan untuk motivasi kita menjadi berhasil. Kegagalan adalah sebuah keberhasilan yang tertunda. Saya amat sangat bersyukur bahwa saya pernah “sangat gagal” oleh karenanya saya belajar banyak hal. Di saat kita susah jangankan teman, setanpun tidak ada yang mau dekat kita 😛 .

Tuhan menaruhmu di tempatmu yang sekarang bukan karena “kebetulan”, Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata  – Dahlan Iskan

Mungkin sekian dulu, nanti di next post, mungkin saya akan bahas gimana sih cara berhenti dari kecanduan xanax si obat penenang.

 

error: Content is protected !!